Demografi
Desa Marga Sakti terletak di dalam wilayah Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sido Luhur Kecamatan Padang Jaya dan Desa Kurotidur Kecamatan Kota Argamakmur.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tanjung Harapan dan Desa Tambak Rejo Kecamatan Padang Jaya
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Padang Jaya Kecamatan Padang Jaya
Desa Marga Sakti terdiri dari tujuh (7) wilayah dusun, sebagai berikut :
Dusun I terdiri dari 12 RT nama kepala dusun Dedi Suwito
Dusun II terdiri dari 8 RT nama kepala dusun Supomo
Dusun III terdiri dari 6 RT nama kepala dusun V. Agid Adi.P
Dusun IV terdiri dari 4 RT nama kepala dusun Darmanto
Dusun V terdiri dari 7 RT nama kepala dusun Widarno
Dusun VI terdiri dari 8 RT nama kepala dusun Slamet
Dusun VII terdiri dari 6 RT nama kepala dusun Adi Suseno
Dengan luas wilayah kurang lebih 1.7100 Ha.
Iklim Desa Marga Sakti, sebagaimana Desa-Desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan pertanian yang ada di Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya.
Keadaan Sosial
Penduduk Desa Marga Sakti berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda, dimana mayoritas penduduknya yang paling dominan berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bengkulu Selatan, Madura, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Sehingga tradisi-tradisi musyawarah untuk mufakat, gotong royong dan kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Desa Marga Sakti dan hal tersebut secara efektif dapat menghindarkan adanya benturan-benturan antar kelompok masyarakat.
Keaneka ragaman budaya yang dibawa dari masing-masing asal daerah, menjadikan Desa Marga Sakti menjadi desa yang kaya akan kesenian daerah. Berbagai paguyuban kesenian mewarnai kehidupan masyarakat. Namun dengan berkembangnya kesenian-kesenian moderen, hasanah budaya masyarakat aslinya sudah kurang nampak lagi, apalagi selama ini tidak ada wadah yang mampu menghidupkan seni budaya masyarakat sehinga kreasi-kreasi seni yang selama ini ada tengelam bersama zaman.